Ada Semilir Bayu


     Tentu saja ada juga yang bukan semilir bayu. Ah iya, sepertinya ini hanya permainan kata-kata saja. Yang pastinya, hembusan lembut aliran udara, berupa semilir yang melenakan, kadang melenakan bahkan membuat kesadaran berpindah ke alam tidur. Tentu saja, semilir itu tidak selamanya bisa melenakan. Ada kondisi dimana bisik yang terhalus sekalipun, yang lebih halus daripada semilir, sudah bisa membangkitkan amarah yang sulit terbendung.
     Bila semilir melintasi taman bunga yang asri, maka harum dan semerbak kesegaran akan menyerbak. Sebaliknya, bila semilir melintasi tempat penampungan sampah, ah.. tidak perlu saya jelaskan bagaimana rasanya. Begitulah laku nyata udara yang mengalir, berhembus perlahan.
     Berbeda dengan pengungkapan yang saya gunakan di dalam blog ini, semilir yang ada selalu diharapkan membawa kesejukan yang menenteramkan. Bergulat di tataran persepsi, penalaran dan olah rasa, maka membuka kesempatan luas untuk bisa memilih sudut pandang yang sangat banyak, bahkan tidak terbatas. Berangkat dari sana, satu harapan sederhana selalu saya sampaikan, sekiranya semilir itu terasa sedikit gerah atau mungkin baunya sedikit kecut, maka sudilah untuk mencoba paradigma yang lain sehingga di tataran mental kita, masih bisa menikmati semilir yang menghantarkan keharuman dan kesegaran.
     Ada dan tidak adanya gurat yang terjejak, sangat tergantung pada nilai yang kita berikan di dalam persepsi mental kita. Dan beruntungnya kita, karena diberi kesempatan yang luas untuk bisa memilih bentuk persepsi terhadap nilai yang hendak diterapkan. Memilih persepsi dari sudut pandang positif, seperti kata para motivator dan orang-orang yang telah sukses, adalah jauh lebih berguna ketimbang membiarkan diri berkubang di dalam persepsi dan sudut pandang negatif.
 

Copyright © 2011 Semilir Bayu. All Rights reserved - This blog is proudly powered by Blogger