Senyum Sekulum


     Sederhana, bersahaja dan tentu saja sangat murah. Menekankan harga di dalam hitungan ekonomi sepertinya menjadi penting. Murah perlu untuk ditonjolkan, untuk memangkas sebahagian besar kecurigaan kita pada aktifitas yang begitu banyak menguras energi dan emosi di tarikh masa ini, adalah mengumpulkan uang. Setidaknya kondisi begitulah yang dialami oleh 95 persen orang di dunia ini. Dan meneguhkan bahwa senyum itu sangat murah, akan meredakan ketegangan yang bisa saja begitu mencekam, terutama untuk yang mempunyai watak dasar pelit. Watak yang kemudian menenggelamkan manusia ke dalam perasaan tidak pernah cukup.
     Membagi dan berbagi kebahagiaan kepada manusia lain bisa langsung diaplikasikan dengan tersenyum. Menyadari dengan tulus akan kemampuan tersenyum, sebenarnya tidaklah sulit, namun juga tidak bisa dikatakan terlalu mudah. Ada begitu banyak senyuman yang hanya menjadi gerak refleks bibir, tanpa pernah bisa membawa pesan senyum yang sebenarnya dari dasar jiwa yang luhur. Tersenyum yang sejati, adalah senyum yang mengantarkan senyum tulus dari keluhuran jiwa kita.
     Lalu bagaimana melakukan berbagi senyum yang tulus, bila di dalam keseharian kita sangat sedikit atau bahkan tidak ada keluhuran yang melatari gerak laku di jiwa?
     Berbagilah kepada sesama manusia, meski hanya sekulum senyum.
 

Copyright © 2011 Semilir Bayu. All Rights reserved - This blog is proudly powered by Blogger